Home / Eksekutif

Rabu, 5 Juni 2024 - 15:08 WIB

Tinjau Dampak Banjir dan Salurkan Bantuan untuk Warga, Gubernur Mahyeldi Sebut Sungai di Ngarai Sianok akan Dinormalisasi

Wawan - Penulis

BUKITTINGGI, – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau dampak bencana banjir di kawasan Ngarai Sianok, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, Selasa (04/06/2024). Dari hasil penyusuran yang dilakukan di sepanjang aliran sungai tersebut, Gubernur Mahyeldi menyatakan normalisasi harus segera dilakukan untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi.

“Sore ini kita melihat langsung dampak dari kejadian banjir di Ngarai Sianok Senin 5 Juni lalu, dan setelah kita susuri sungainya, ternyata juga terjadi longsor di hulu. Sedimennya sudah tinggi sehingga sungai menjadi sangat dangkal,” ucap Gubernur usai penyusuran sungai bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi, beserta jajaran dari dinas terkait.

Dari hasil penyusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, sambung Gubernur, juga diketahui bahwa sekitar 100 meter area perbukitan di kawasan tersebut sudah runtuh dan menyebabkan longsoran. Di samping itu, tumpukan sampah juga ikut memicu terjadinya banjir, sehingga juga harus segera dibereskan.

Baca Juga :  Hadiri Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Soal Netralitas ASN dan Bijak Bermedia Sosial

“Ini perlu kita rapatkan terlebih dulu bersama Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam, dengan leading sector Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK). Normalisasi perlu dilakukan, dengan penggalian sedimen dan kemudian ditimbunkan ke kiri dan kanan sungai. Kita punya Pergub dan Perwako sebagai regulasi nantinya,” ucap Gubernur lagi.

Selain itu dari hasil penelusuran, sambung Gubernur, juga ditemukan area yang cukup luas di kawasan Bukik Sampik, yang bisa digunakan untuk membangun konstruksi penahan air dan pasir. Kemudian, air dan pasir yang tertahan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini perlu kita rancang dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita minta kerja sama masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan bantaran sungai. Sementara untuk dampak yang terjadi akibat banjir, dengan cara gotong royong diharapkan bisa segera dibersihkan. Alat-alatnya tersedia di Bukittinggi,” ujar Gubernur lagi.

Baca Juga :  Buka Musda PPHI Sumbar II, Gubernur Mahyeldi Tekankan Wisata Halal Harus Bermuara pada Kesejahteraan Masyarakat

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar berupa kebutuhan harian dan logistik untuk warga terdampak banjir di kawasan Ngarai Sianok. Setidaknya, terdapat 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam kejadian tersebut.

“Semoga bantuan yang disalurkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap, banjir tidak kembali terjadi, sembari kita terus berupaya mencari solusi mitigasinya,” ucap Gubernur menutup.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah; Kepala BPBD Sumbar, Rudi Rinaldi; Plt Kepala Dinas SDABK Sumbar, Ahdiyarsyah; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim, serta jajaran terkait lainnya di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi. (adpsb/h)

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Motivasi Pendonor Darah dengan Dihadiahi Umrah

Eksekutif

Gelar Rakor dengan BNPB, Gubernur Mahyeldi Usulkan Perelokasian Rumah Warga yang Parah Terdampak Bencana

Eksekutif

Pemprov Sumbar Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Provinsi

Eksekutif

Kondisi Kesehatan Ibunda Membaik, Gubernur Mahyeldi Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat dan Paramedis

Eksekutif

Atasi Macet di Perlintasan Kereta Api Kasang, Gubernur Sumbar Usul Bangun Jalan Layang ke Menteri PUPR

Eksekutif

KBM Sumbar Beri bantuan Serta Dirikan Posko di Pesel

Eksekutif

Amanat Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Tawuran Remaja Pinjol dan Judi Online Berbahaya 

Eksekutif

Catatan Ketua MPR RI: Fakta Kemiskinan, PHK dan Urgensi Food Safety Nets