Home / Rilis

Kamis, 7 Oktober 2021 - 11:03 WIB

Tim Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Bisa Digunakan Jadi Booster

Ollie Wijaya - Penulis

JAKARTA : Mayjen TNI (Purn) Daniel Tjen menyebut vaksin Nusantara dapat digunakan sebagai booster atau dosis ketiga. Menurutnya, vaksin Nusantara berbasis platform sel dendritik yang lebih banyak mengacu pada sel limfosit T.

“Pendekatan platform sel dendritik ini lebih banyak kita mengacu pada sel T-nya memorinya. Karena sifat sel dendritik imunoterapi itu untuk memperkuat imunitas, maka kuat digunakan untuk menjadi vaksin booster apapun platform yang digunakan,” ujar Daniel, anggota tim peneliti Vaksin Nusantara, dalam diskusi.

Dia memaparkan, vaksinasi Covid-19 dapat dibilang masih relatif baru, sehingga vaksin mana yang paling baik belum bisa ditentukan. Menurut dia, hal itu baru bisa diketahui 5 tahun ke depan. “Kita tidak tahu vaksin mana yang terbaik. Minimal dibutuhkan waktu 5 tahun baru bisa diketahui, oh ini vaksin yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Kerjasama ORARI dengan Rescue Otomotif Indonesia

Dijelaskan Daniel, antibodi yang hasilkan pasca vaksin Covid-19 yang saat ini beredar masih mengalami penurunan imunitas selama 6 hingga 7 bulan. Menurut dia, hal itu berdasarkan laporan yang terjadi pada vaksin Pfizer.

“Jika dilihat lagi laporan terbaru, ternyata antibodi yang dihasilkan pasca vaksinasi termasuk yang menggunakan platform mRNA bikinan Pfizer juga setelah 7 bulan ternyata kadar antibodi spike-nya tak terdeteksi. Karena memang mekanisme kerjanya berbeda,” katanya.

Dia memastikan, tim peneliti nantinya akan melibatkan masyarakat dan memilih dengan teliti kelompok mana yang dapat menjadi relawan. Namun, dirinya belum bisa memastikan kelompok mana yang bisa menjadi relawan.

Baca Juga :  Cuti Lebaran, Perumda Air Minum Kota Padang Tetap Layani Pelanggan

“Peneliti sedang menyusun protokol dan nanti akan melakukan pengumuman terbuka, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses,” katanya.

Daniel menjelaskan, pengembangan vaksin yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ini telah sejalan dengan kaidah ilmiah yang berlaku dan sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Sekali lagi, saya atas nama tim peneliti kita akan patuh ya pada kaidah ilmiah. Itulah sesuai dengan arahan dari BPOM,” katanya.

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

PAJAK BBM BERSUBSIDI TIDAK NAIK !

Rilis

KTT ke-16 EAS, Presiden Ajak Wujudkan Kawasan yang Aman, Stabil, dan Sejahtera

Rilis

Senam Sehat Bersama Hayadi Caleg DPRD Banyuasin Partai Golkar di Mangga Raya

Rilis

Presiden Jokowi Menghadiri KTT APEC Ke – 28 Secara Virtual

Eksekutif

Gubernur Sumbar Lantik PJ Walikota Padang Panjang dan PJ Walikota Pariaman

Rilis

Luar Biasa PAN Se-Jawa Timur Santunan Anak Yatim Secara Serentak

Komunitas

GERAK BS Indonesia dan GAKESLAB DKI Jakarta Pasok Air Bersih untuk Korban Semeru

Parpol

Mahasiswa UNAND : Kami Akan Tinjau, Mengapa PKS Elektabilitasnya Tinggi di Sumbar