Home / Legislator / Rilis

Selasa, 12 September 2023 - 06:36 WIB

Tasyakuran Ulang Tahun ke-61, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Keberhasilan Bisa Diraih dengan Perjuangan

KM - Penulis

JAKARTA– Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan perjalanan hidup dirinya hingga sampai seperti saat ini tidaklah mudah dan penuh liku. Terlahir dari keluarga tentara dengan ekonomi yang pas-pasan membuat Bamsoet kecil jauh dari hidup mewah. Sejak SD, SMP hingga SMA Bamsoet masuk sekolah negeri karena biayanya yang murah.

“Apa yang saya capai hari ini bukanlah sesuatu yang mudah dan instan. Perjuangan yang saya lalui penuh dengan darah, keringat dan air mata. Sejak SMP sudah ditinggal wafat ayah saya dan bersama ibu sebagai orang tua tunggal berusaha hidup mandiri dengan lebih banyak cerita dukanya ketimbang cerita sukanya,” ujar Bamsoet saat tasyakuran ulangtahun dirinya ke-61 di Jakarta, Minggu malam (10/9/23).

Hadir antara lain Wakil Ketua MPR Syarif Hasan dan Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR Lodewijk, Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Mahyudin dan Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Fraksi PAN MPR Jon Erizal, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Syahroni, Pengacara senior Henry Yosodiningrat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Wakil Menlu Pahala Mansury, Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani, Ketua BPK Isma Yatun didampingi para wakil ketua BPK Hendra Susanto dan Nyoman Adhi Suryadnyana, Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Ketua Umum FKPPI Ponco Sutowo, mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief, Bambang Trihatmodjo, Setiawan Djodi, Jerry Hermawan Lo dan para pengurus IMI, KADIN, Hipmi serta komunitas otomotif mobil dan motor.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Sebut Menyiapkan Generasi Berkualitas Perintah Agama dan UU ke Seluruh Pemimpin

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, lulus SMA dirinya sebenarnya ingin melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tetapi gagal. Bamsoet kemudian memilih masuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya. Biaya masuk ke Universitas Jayabaya diperoleh dengan terlebih dahulu menjual beberapa petak sawah di kampung.

“Saat kuliah saya kos bersama teman-teman kuliah di Jayabaya, seperti mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, Bursah Sarnubi, Eggy Sujana dan lain-lain. Kamar saya hanya seukuran 2×3 meter. Mandi dengan nimba air dari sumur. Pas akhir bulan, datang tagihan bayar kos, kita suka saling main tunjuk-tunjukan siapa yang harus bayar kos,” ujar Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menuturkan, ada pengalaman semasa kuliah yang tidak terlupakan. Salah satunya, saat dirinya bersama rekan-rekan makan nasi goreng di suatu malam. Ketika hendak membayar, ternyata tidak ada satupun yang membawa uang. Akhirnya, Bamsoet diam-diam mengambil sepatu kets baru milik MS Kaban untuk membayar nasi goreng yang mereka makan.

Baca Juga :  Baliho Irjen Pol. Ahmad Luthfi Penuhi Kudus

“Saat menjadi jurnalis saya juga pernah menjual berbagai kebutuhan pokok. Seperti sayur, bawang merah, dan telur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Karena tidak memiliki modal, saya terpaksa menggadaikan barang-barang yang dimiliki. Termasuk jam tangan kesayangan pemberian almarhum ayah saya,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, diusianya yang telah menginjak usia 61, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menulis, baik artikel di media massa ataupun menulis buku. Setiap harinya Bamsoet merespon isu-isu aktual yang terjadi di tanah air kemudian dikirim ke media massa. Bamsoet pun hingga kini telah menulis sebanyak 31 judul buku.

Akhir Agustus lalu, Bamsoet mendapatkan dua rekor penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Yakni sebagai ‘Ketua DPR RI sekaligus Ketua MPR RI Penulis Buku Terbanyak dengan total 31 Judul Buku’ serta sebagai ‘Ketua DPR RI sekaligus Ketua MPR RI Yang Merespon Masalah Kenegaraan Aktual Setiap Hari Secara Berkesinambungan’.

“Saya mempunyai prinsip ‘kalau kamu ingin hidup selamanya, maka menulislah’. Jadi itulah yang saya lakukan agar saya tetap hidup. Minimal pikiran-pikiran saya dapat dibaca dapat dipahami dan dapat diketahui oleh generasi penerus yang akan datang,” pungkas Bamsoet. (*)

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 54 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

BNPB Beri Pembekalan Kepada 110 Relawan Protokol Kesehatan di Kabupaten Jayapura

Rilis

Presiden Ingin Papua Youth Creative Hub Jadi Pusat Pengembangan Talenta Papua

Eksekutif

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Bakar Semangat Generasi Milenial agar Menjadi Penyedia Lapangan Kerja

Rilis

Kapolres Kudus Menutup Acara Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Polri

Rilis

Presiden Joko Widodo Bertolak ke Jawa Barat untuk Kunjungan Kerja

Komunitas

Buka Kegiatan KTM, Ketua PA GMNI NTT: Kader Harus Disiplin dalam Berpikir dan Bertindak
Porwil Sumatera

Rilis

Porwil 2023 Berakhir, Ketum KONI Sumbar: Terimakasih dan Tetap Berprestasi di PON 2024

Parpol

Ketua DPC PDIP Mempawah Hengkang Dari Partai