Home / Eksekutif

Minggu, 25 Desember 2022 - 21:00 WIB

Tahan BLT, Kades Loleba Diprotes Warga

Syafridhani Smaradhana - Penulis

Kantor Desa Loleba, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur

Kantor Desa Loleba, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur

PoliticNews.ID – Halmahera Timur : Ada-ada saja sikap ditunjukkan oleh Kepala Desa Loleba, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, bernama Rafles Oni Nalande ini.

Pasalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II tahun Anggaran 2022, yang diperuntukkan perbulan juni itu ditahan berbulan-bulan olehnya tanpa disertai alasan dan diumumkan kepada warga.

Berdasarkan data dihimpun awak media, Sabtu, (25/22), bantuan tersebut mulai diterima Keluarga Penerima Manfaat. Itupun sesudah diprotes keras oleh sekelompok warga setempat.

Sejak dihajar protes itulah, kepala Desa Loleba kemudian bergegas menyalurkan BLT perbulan Juni tersebut tepatnya pada tanggal 22 Desember.

Penyerahan BLT Tahap II bulan Juni 2022 oleh Kades Loleba RON pada 22 Desember 2022 lalu

Ada Aroma Dugaan Korupsi Tercium Di Kantor Desa Loleba

Sekretaris Desa (Sekdes) Loleba, Paulus Kololi membeberkan, penggunaan Dana Desa tahap II Tahun Anggaran 2022 ditemukan berbagai masalah.

Baca Juga :  Ditutup Iven Jalan Santai, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Suksesnya Peringatan HUT Satpol PP dan Satlinmas Tingkat Nasional di Sumbar

Salah satu dugaan masalah diketahui olehnya, yaitu penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang tak kunjung tuntas. Ia mengaku, hampir di setiap progam dijumpai menyisakan kekurangan pembayaran dalam sebulan.

Seturut dengan adanya masalah telah melilit Desa itu, Akhirnya laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa (DD) tahap II, April hingga Juni hingga diakhir tahun tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Hal ini kemudian mengakibatkan seluruh kegiatan pemerintahan Desa Loleba, imbas dari belum dicairkannya anggaran dana desa tahap III.

Untuk BLT, karena belum tuntasnya laporan pertanggungjawaban di tahap kedua, desa Loleba belum bisa mencairkan BLT untuk bulan berjalan Juli hingga Desember,” kata Sekdes Loleba (21/12/22).

Menurut Kololi, dana desa tahap II tahun 2022 masuk ke rekening desa pada bulan Agustus. Selanjutnya laporan kegiatannya (penggunaan dana) sudah harus dilakukan pada bulan Oktober. Namun hingga keterangan kepada awak media, Pemdes Loleba tidak mampu membuat laporan karena bukti tidak lengkap. Akibatnya Desa Loleba tidak bisa melakukan permintaan dana desa tahap III. Sementara batas laporan masuk untuk tahap kedua di tanggal 16 Desember 2022 lalu.

Baca Juga :  Tak Mampu Jaga Lidah, Kades Sebelei Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Sementara itu, Ketua BPD Desa Loleba, Dikson Deny menyesalkan sikap Kades yang tidak transparan dalam penggunaan dana desa. Menurutnya, penggunaan dana desa tidak melibatkan Sekretaris Desa dan Kepala Urusan Keuangan.

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 149 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Ketua MPR RI Bamsoet Pastikan MPR Siap Gelar Sidang Tahunan MPR RI 16 Agustus 2023

Eksekutif

Awali Kunjungan Kerja di Sumbar, Presiden Joko Widodo Resmikan Bandara Mentawai

Eksekutif

Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

Eksekutif

Buku Sejarah Bandar Padang Diluncurkan saat Festival Muaro

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sinergitas Sangat Penting demi Kenyamanan dan Kelancaran Nataru di Sumbar

Eksekutif

Nikmati Liburan Keluarga di Pantai Air Manis, Gubernur Mahyeldi Ajak Imbau Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Menyebut KORMI Berupaya Menjadikan Masyarakat Sumbar Lebih Sehat, Bugar dan Produktif dengan Berolahraga

Eksekutif

Meraih 9 Penghargaan Dari 10 Katagori , Komitmen Sumatra Barat Sebagai Pusat Industri Halal Tingkat Nasional 2024