Home / Komunitas / Opini / Rilis

Sabtu, 8 April 2023 - 14:58 WIB

Prosesi Jalan Salib di Gua St. Maria Bitauni- Kefamenanu Dibanjiri Lautan Manusia

KM - Penulis

 

KEFAMENANU – Gua Maria Siti Bitauni adalah tempat untuk ziarah, berdoa dan rekreasi bersama keluarga. Gua ini juga adalah gua alam yang telah diciptakan oleh Tuhan, sebagai tempat untuk kita bersyukur atas apa yang kita peroleh, sehingga tempat ini bukan hanya saja dikunjungi oleh umat sekitar Paroki Kiupukan saja, tetapi banyak dikunjungi oleh masyarakat kota NTT bahkan saudara-saudara kita yang sedaratan tetapi di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Timor Leste.

Jumat Agung adalah hari besar bagi umat Kristiani dan merupakan hari Jumat sebelum minggu Paskah, hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di bukit Golgota.

Perayaan Jumat Agung di Gua Bitauni, Paroki Santa Maria Mediatrix Omnius Gratiarum, Keuskupan Atambua-Timor, (7/4/2023), diawali Tablo Jalan Salib oleh Organisasi THS-THM Ranting Paroki Kiupukan.

Pertunjukan tablo dikemas dalam bentuk jalan salib hidup untuk menceritakan perjalanan Yesus menuju peristiwa penyaliban. Mulai dari waktu Yesus di tangkap di bukit zaitun, menuju dan diadili di istana Pilatus, sampai pada puncak kematian Yesus di Golgota.

Tablo Jalan Salib dibagi ke dalam 14 perhentian, mulai dari Yesus dijatuhi hukuman mati dan diadili hingga pemakaman Yesus. Setiap perhentian memiliki pesan dan amanat tersendiri dari kisahnya.

Baca Juga :  Presiden Ingin Papua Youth Creative Hub Jadi Pusat Pengembangan Talenta Papua

Pastor Paroki Kiupukan Rm. Edmundus Sako, Pr mengatakan tablo atau jalan salib ini diperankankan oleh saudara-saudari THS-THM Ranting Paroki Kiupukan dan dikoordinatori oleh Bapak Paul Haukilo.

Tablo juga mengisahkan perjalanan hidup Yesus Kristus saat diadili dan dihukum mati hingga disiksa oleh prajurit Romawi. Ketaatan Yesus memanggul salib adalah belas-kasih, cinta dan keselamatan untuk segenap umat manusia di bumi ini, yang penuh dengan rasa kebencian, rasa iri, rasa ketidakmausiaan, mau pun tentang dosa yang manusia lakukan di dunia ini.

Yesus wafat di kayu salib yang sebelumnya dipikul-Nya. Persembahan tablo ini diharapkan dapat menggugah iman umat kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja Agung.

“Ini menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita manusia.

Lanjutnya, Bukalah hatimu untuk mencintai, karena kekuatan cinta (the power of love), lebih dari segala sesuatu” ujar Pastor Rm. Mundus, Pr dalam homilinya.

Saudara Oscar Manhitu, pemain dalam Tablo yang berperan sebagai Yesus menuturkan dirinya harus menjalani latihan sebulan lamanya untuk belajar memerankan sosok Yesus.

Baca Juga :  Cari Sosok Pemimpin Ideal, RRB Gelar Diskusi Publik Bersama Aktivis, Mahasiswa dan Tokoh di Banyuasin

“Prosesi jalan salib hidup hari ini, dibajiri oleh lautan manusia. Semua umat menghayati dan kembali merefleksikan diri tentang perjalanan Yesus menuju kematian di Golgota”, ungkap seorang umat yang mengikuti prosesi tablo.

Dalam Tablo kali ini juga Romo Pastor Paroki Kiupukan menegaskan kepada umatnya agar menampilkan Laudato Si.
Laudato Si adalah sebuah ensiklik yang dikeluarkan Paus Fransiskus pada 2015 karena prihatin atas perubahan iklim yang membuat dunia panas. Kualitas air semakin buruk, timbul penyakit karena banyak hutan ditebang. Maka saat Tablo berjalan, semua umat dari setiap stasi ke statsi melakukan penanaman pohon di sekitaran Gua Bitauni.

Tablo kali ini dijaga ketat oleh pihak keamanan dari Koramil Bisel dan anggotanya, Polsek Insana serta anggotanya, THS-THM Ranting Paroki Kiupukan, Orang Muda Katolik Paroki Kiupukan di bawa pimpinan Obby Banusu sebagai ketuanya. Semuanya berjalan lancar, aman dan damai.

Reporter: Koka Masan

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 274 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

Cek Persiapan Pembukaan PON XX Papua, Mahfud Md: Pengamanan Berlapis

Rilis

Sidokkes Polres Kudus Melayani 80 Penyandang Disabilitas

Komunitas

JELANG RAKERNAS BAMUS BETAWI, AZIS: KAMI AKAN SUMBANG IDE BARU

Rilis

Prof. Didik J. Rachbini: Katanya Pertumbuhan Ekonomi Naik, Kok Kredit Masih Seret?

Komunitas

Dua Tim Voli Sumbar Memainkan Laga Perdana Senin

Legislator

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung 10 Persen APBN untuk Dana Desa

Rilis

Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati Banyuasin Sambut Kunjungan BKSAP DPR RI dalam Rangka BKSAP Day 2022

Rilis

Diakhir Ramadhan, H Askolani Jasi Selalu Berbagi Bersama Masyarakat