Home / Rilis

Selasa, 16 November 2021 - 20:24 WIB

Presiden Jokowi Menerima Kunjungan Kehormatan Menlu Selandia Baru

Ollie Wijaya - Penulis

JAKARTA : Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 November 2021. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah hal, utamanya mengenai kerja sama di dan dengan Pasifik.

Presiden Jokowi menyebut bahwa Selandia Baru adalah mitra penting Indonesia di Pasifik. Oleh karena itu, Presiden ingin agar kemitraan ini terus dapat diperkuat.

“Terima kasih atas dukungan Selandia Baru pada Pacific Exposition ke-2 yang dilakukan secara virtual,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus kepada Pasifik selama presidensi Indonesia di G20 tahun depan. Presiden Jokowi mengatakan bahwa perwakilan dari negara-negara Pasifik akan diundang dalam KTT G20, Oktober tahun depan.

Baca Juga :  Dari Bali, Presiden Bertolak ke Yogyakarta

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Menlu Mahuta ke luar negeri sebagai Menteri Luar Negeri Selandia Baru.

Menurut Menlu Retno, Indonesia dan Selandia Baru telah memiliki kemitraan komprehensif sejak 2018. Kemitraan ini telah menjadi fondasi kuat dalam upaya kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama, termasuk di masa sulit di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan, Presiden juga menyampaikan perkembangan pembangunan di Papua. Presiden juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Selandia Baru terhadap integritas teritorial Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Dorong Penguatan Arsitektur Kesehatan Global pada KTT G20

Presiden menegaskan bahwa penghormatan hak asasi manusia selalu menjadi perhatiannya, termasuk di Papua. Presiden menambahkan bahwa pembangunan Papua adalah prioritasnya.

Sebagai gambaran, sejumlah pembangunan infrastruktur secara masif yang telah dilakukan antara lain Jalan Trans Papua sepanjang 3.422 kilometer, Jalan Perbatasan Papua sepanjang 1.098 kilometer, dan Jembatan Youtefa sepanjang 1,3 kilometer. Pembangunan infrastruktur tersebut dimulai sejak pemerintahan pertama Presiden Jokowi tahun 2015.

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

Menyiasati Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Rilis

Bamsoet dan Akbar Tanjung Terima Penghargaan dari KAHMI

Rilis

Presiden Jokowi Dorong Penguatan Arsitektur Kesehatan Global pada KTT G20

Rilis

Polres Kudus Berhasil Ungkap Empat Kasus Tindak Pidana Pencurian Dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2022

Eksekutif

Dibuka Wakil Gubernur Sumbar, 16 Etnis Meriahkan Festival Multikultural di Padang

Rilis

Polri Tetap Kokoh, Kapolresta Pati sebut Tradisi Pembaretan 50 Bintara Remaja

Rilis

Owen Jenkins: AUKUS Tidak Beri Australia Senjata Nuklir

Legislator

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1945 Dharma Santi Nasional