Home / Rilis

Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:20 WIB

Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Nilai Tambah Industri di Tanah Air

Ollie Wijaya - Penulis

JAKARTA : Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa nilai tambah dari industri energi dan mineral di Tanah Air harus terus ditingkatkan. Menurutnya, nilai tambah yang maksimal sangat penting bagi kepentingan nasional, kepentingan dalam negeri, dan kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

“Lebih dari itu yang paling penting adalah hilirisasi besar-besaran tidak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk raw material dalam bentuk bahan mentah yang tidak memiliki nilai tambah,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan, selain dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, Indonesia juga harus mengombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam dengan kearifan dan teknologi yang melestarikan.

Baca Juga :  Yan Coga Siap Selalu Bersama Rakyat, 1 Tahun 3 Kali Bagikan Sembako

“Prinsip ekonomi berkelanjutan ini harus betul-betul kita jaga, kita pegang teguh yaitu melalui green economy dan blue economy,” ucapnya.

Presiden pun kembali menekankan pentingnya mendorong hilirisasi dan industrialisasi seluruh komoditas yang tersedia. Menurutnya, hal ini adalah salah satu kesempatan yang baik untuk memajukan Indonesia.

“Inilah sebuah kesempatan, jangan sampai nanti kita kehilangan opportunity lagi, kehilangan kesempatan lagi, dulu ada booming minyak kita kehilangan, ada booming kayu kita kehilangan. Ini tidak, minerba ini harus menjadi sebuah fondasi kita dalam rangka memajukan negara kita Indonesia,” tegas Presiden.

Baca Juga :  Berikan Kuliah Pascasarjana S3, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Pentingnya TAP MPR Atasi Kebuntuan Politik dan Konstitusi

Presiden menuturkan bahwa peluang untuk mengintegrasikan industri besar yang ada di dalam negeri tidak akan datang dua kali, sehingga kesempatan tersebut perlu untuk dimanfaatkan.

“Nggak akan kesempatan itu datang lagi. Peluang itu datang lagi? Nggak akan. Ini kesempatan kita bisa integrasikan industri besar yang ada di dalam negeri,” tandas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pengarahan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Agus Widjojo.

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Komunitas

Peringati HAORNAS, Koni Sumatra Barat Adakan Jalan Santai 

Rilis

PMI Gandeng PSMTI Gelar Donor Dara dan Cek Mata Gratis

Rilis

Bawaslu Banyuasin Himbau Pimpinan Parpol Tertibkan APK 

Rilis

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Terus Pacu Aktivitas Pertanian Organik karena Masyarakat Sunbar Makin Peduli Pangan Sehat

Komunitas

Usai Kalahkan Kepri, Pemain Sepakbola Sumbar Kecipratan Bonus

Legislator

Terima Pemuda Pancasila Purbalingga, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Kawal Pemilu Jurdil

Komunitas

IPSI Sumbar Sabet Tiga Medali Emas di Kejurnas Pra PON
Hubungi Redaksi Disini