Home / Rilis

Kamis, 22 Juni 2023 - 10:15 WIB

Polda Jateng Kembali Menangkap 13 Tersangka Perdagangan Orang

Ollie Wijaya - Penulis

SEMARANG: Polda Jateng kembali menangkap 13 tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dengan demikian, dalam dua pekan ini jumlah tersangka TPPO yang ditangkap Polda Jateng ada 46 orang dan total korbannya mencapai 1.337 orang.

Hal itu diungkapkan Wakapolda Jateng sekaligus Ketua Satgas TPPO Polda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji saat jumpa pers di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Rabu (21/6/2023).

“Pada pekan kedua (terbentuknya Satgas TPPO) ada penambahan 13 laporan polisi, tersangkanya juga bertambah 13. Korbannya bertambah 32,” ujarnya.

Sepekan sebelumnya, Satgas TPPO Polda Jateng berhasil mengungkap 26 kasus TPPO dan mengamankan 33 tersangka. Kasus tersebut hasil ungkap dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

Kemudian, dari total 1.305 korban, ada 1.137 orang yang sudah terlanjur diberangkatkan ke tempat tujuan bekerjanya. Setelah diberangkatkan ternyata para korban tidak ditempatkan sesuai yang dijanjikan dan diperlakukan tidak baik oleh majikannya.

Baca Juga :  Pamerkan Alutsista Canggih, Jokowi: Bentuk Transparansi Publik Penggunaan APBN

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora mengungkapkan dari 46 tersangka TPPO, 16 orang di antaranya merupakan tersangka corporate atau pemimpin dari perusahaan penyalur yang tak berizin.

“16 tersangka dari perusahaan atau dari PT atau badan usaha. Kemudian 30 tersangka perseorangan, yaitu merekrut secara perorangan baik makelar, broker, atau sebagai jasa mengantarkan ke luar negeri,” ungkap Johanson.

Dia menambahkan, Satgas TPPO terus melakukan penindakan dalam sebulan ke depan. Setelah itu, pihaknya akan menggandeng berbagai pihak.

Baca Juga :  Terima Audiensi GPIB Jemaat Efrata Padang, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Menebar Semangat Kebersamaan

“Setelah sebulan kita akan evaluasi, kemudian nanti bergandeng tangan dengan stakeholder BP3MI, kemudian Dinas Sosial, pemerintah provinsi, kepala daerah, bupati, dan sebagainya untuk melakukan edukasi legitimasi tentang bagaimana masyarakat bekerja, maupun perusahaan-perusahaan ini yang tidak memiliki izin,” pungkasnya.

Soal maraknya kasus perdagangan orang di Jateng, Abi meminta masyarakat tidak mudah tergiur ajakan bekerja di luar negeri.

“Kami memiliki harapan kepada pemerintah untuk juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Kemudian kepada pelaku dunia usaha kiranya juga dapat memperluas usahanya, setidaknya akan bisa membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

Diduga Lecehkan Sesama Profesi, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Media Harian Banyuasin

Eksekutif

Perumda Air Minum Kota Padang Laksanakan Sholat Istisqa (Minta Hujan)

Rilis

Kronologi Baku Tembak di Kiwirok Hingga Anggota Brimob Muhammad Kurniadi Gugur

Komunitas

Vebrianus Suni Resmi Nakhodai IMANSA Kefemenanu

Eksekutif

Ratusan Warga Luar Sumbar Mengikuti Acara Minangkabau Basepeda Gubernur Mahyeldi : Tujuan Daerah Mempromosikan Potensi Wisata dan UMKM Lokal Melalui Penyelenggaraan Event Tercapai

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Tanda Tangani LoI dengan BRAC, Sumbar Jadi _Pilot Project_ Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Graduasi

Rilis

Atap SDN 11 Rantau Bayur Banyuasin Roboh diterjang Angin Puting Beliung

Rilis

Optimis Para kader Golkar Kembali Peroleh Suara Terbanyak 
Hubungi Redaksi Disini