Home / Eksekutif

Selasa, 14 Mei 2024 - 05:47 WIB

Pertemuan Gubernur Mahyeldi dan Kepala BMKG, Masyarakat Sumbar Diminta Jauhi Zona Merah Banjir-Longsor

Wawan - Penulis

PADANG, – Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang berdomisili atau beraktivitas di kawasan zona merah potensi bencana banjir dan longsor, diminta untuk tidak berada di kawasan tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan. Imbauan itu disampaikan usai pertemuan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dengan Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati di Istana Gubernur Sumbar, Senin (13/05/2024).

“Sebagaimana BMKG yang terus secara rutin menyampaikan perkiraan cuaca kepada kita, termasuk di tengah situasi saat ini, maka masyarakat kita minta terus waspada. Terutama sekali yang berada di zona merah seperti di sepanjang daerah aliran sungai, di dekat tebing perbukitan, dan lain-lain. Terutama sekali di kawasan Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Potensi banjir lahar dingin karena erupsi Gunung Marapi yang terus terjadi, masih sangat besar dan dapat mengancam keselamatan masyarakat di zona merah tersebut. Gubernur berharap, dengan menghentikan aktivitas di kawasan tersebut, maka potensi dampak banjir lahar dingin sebagaimana yang terjadi pada sepekan terakhir di Sumbar, akan dapat terminimalisir.

Baca Juga :  RATUSAN WARGA NAHDLIYIN CIBURAYUT HADIR DALAM ACARA SAPUJAGAD

“Kita selalu berkoordinasi dengan BMKG dalam hal potensi dan prediksi cuaca ke depan. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terkait juga kita lakukan untuk memulihkan dampak banjir dan longsor sepekan terakhir, terutama sekali dampak kerusakan jalan nasional, dampak korban jiwa dan luka-luka yang timbul, dan lain sebagainya,” ujar Gubernur lagi.

Sementara itu dalam keterangannya, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa Sumbar adalah salah satu provinsi paling siap dan paling tangguh dalam mitigasi bencana. Namun di sisi lain, Sumbar terbilang unik karena tidak memiliki zona musim, di mana pola hujannya dikontrol oleh curah hujan tahunan, dan nyaris tidak memiliki musim kemarau.

“Karena provinsi ini berada pada kondisi geografis yang unik, di mana ia menghadap ke Samudera Hindia yang luas, serta membelakangi Bukit Barisan yang tinggi. Oleh karena itu, hujannya hampir terjadi sepanjang bulan. Kita lihat, sampai sekarang musim hujannya belum berhenti, erupsi Marapi juga belum berhenti, sehingga potensi banjir lahar dingin masih tetap ada,” ucap Dwikorita.

Baca Juga :  Ganjar Mahfud Ngopi Bareng, Netizen: Cocok Berpasangan di Pilpres

Mengingat kondisi tersebut, Dwikorita menilai program-program mitigasi yang diperlukan untuk Sumbar harus segera direalisasikan. Di samping itu, BMKG tetap akan menginformasikan prakiraan cuaca ke depan, dengan harapan pemerintah daerah bersama masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan.

*Untuk peringatan dini cuaca ekstrem sendiro, paling tidak untuk sepekan ke depan masih akan terus terjadi. Selain untuk masyarakat dan pemerintah, peringatan ini juga sangat penting bagi Tim SAR yang masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Sehingga, ketika cuaca mulai tidak memungkinkan, pencarian agar segera dihentikan,” ujarnya lagi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, jajaran pejabat utama BMKG, Akademisi Unand Prof Isril Berd; Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Rudy Rinaldi; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim; dan jajaran OPD terkait lain di lingkup Pemprov Sumbar. (adpsb/h)

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Penghargaan GOLDEN TROPHY Berhasil Diraih Perumda Air Minum Kota Padang

Eksekutif

Seluruh OPD di Lingkup Pemprov Sumbar Ikuti Evaluasi dan FGD Percepatan Pembangunan

Eksekutif

Terima Pengurus Putra-putri TNI AD, AL dan AU (PPPAU, FKPPAL dan HIPAKAD), Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Perkuat Soliditas Kebangsaan

Eksekutif

Sumbar Terima 21 Sertifikat Warisan Budaya tak Benda dan 2 Sertifikat Cagar Budaya Nasional 2023 dari Kemendibudristek RI

Eksekutif

Pemprov Sumbar Distribusikan 83 Hewan Kurban untuk Daerah Terpencil

Eksekutif

Green Manueke : Menteri Desa PDTT Upacara di Miangas,Bukti Pemerintah Pusat perhatikan Daerah Perbatasan

Eksekutif

Curhatan Masyarakat Air Bangis Saat Bertemu Gubernur : Takut Pulang Jiwa Akan Terancam Kalau Belum Ada Hasil

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Harap Hubungan Prov Sumbar dan Riau Semakin Erat, Pasca Resminya Gubernur Riau Menjadi Keluarga Suku Chaniago