Home / Eksekutif

Rabu, 1 Mei 2024 - 13:10 WIB

Pengakuan Status Hutan Adat Segera Diajukan, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Komitmen Masyarakat Hukum Adat Mangkuto Alam Tinggam dalam Melestarikan Kawasan Hutan

Wawan - Penulis

PASAMAN BARAT, – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi Masyarakat Hukum Adat Mangkuto Alam Tinggam, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, yang berkomitmen dalam pemeliharaan kawasan hutan, serta berujung upata pengusulan atas pengakuan dan penetapan hutan adat kepada negara.

Apresiasi itu sampaikan Gubernur saat membuka acara syukuran pengukuhan Masyarakat Hukum Adat Mangkuto Alam Tinggam, dalam rangka pengusulan pengakuan dan penetapan hutan adat di masjid Baiturrahman Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, Pasbar Selasa (30/4/2024).

“Menjaga kelestarian hutan dan lingkungan adalah langkah penting demi menjamin keberlangsungan hidup flora dan fauna di dalamnya. Hutan adalah sumber kehidupan dan lambang kemakmuran. Oleh karenanya, kita patut mengapresiasi masyarakat Nagari Sinuruik yang telah melakukan langkah besar untuk mendapatkan pengakuan hutan adat dari negara,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Baca Juga :  Sonsong Kemenangan,Ahmad Syaikhu Konsolidasi dengan DPW PKS Sumatera Barat

Untuk saat ini, kata Gubernur, upaya masyarakat Nagari Sinuruik telah berbuah lahirnya Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat No.100.3.3.2/49/Bup-Pasbar/2024 tentang Pengakuan Masyarakat Adat Mangkuto Alam Tinggam, Nagari Sinuruik, yang menjadi salah satu prasyarat untuk mendapatkan pengakuan hutan adat dari negara.

“Berdasarkan SK tersebut, diterangkan luas perhutanan sosial sebanyak 348 hektare, yang terjaga dengan sangat baik oleh Masyarakat Hukum Adat Mangkuto Alam Tinggam. SK ini kemudian menjadikan status kawasan tersebut menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL),” ucap Gubernur.

Selanjutnya, sambung Gubernur, akan segera dilakukan pengurusan SK Perhutanan Sosial kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, di mana melalui status perhutanan sosial ini, masyarakat akan memiliki akses kelola untuk pembudidayaan hutan dan lahan.

Baca Juga :  Buka Gerakan Pasar Murah, Gubernur Mahyeldi Pastikan Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan Terus Diawasi

“Beberapa potensi pembudidayaan yang bagus itu ada durian, pohon surian, lebah, dan lain sebagainya. Dengan harapan, kawasan hutan kita bisa lebih terpelihara dengan baik, dan masyarakat bisa meningkat kesejahteraannya,” ucap Gubernur lagi.

Sementara itu dalam kegiatan yang sama, Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi mengatakan bahwa SK tersebut diberikan sebagai hasil dari usaha para ninik mamak dan masyarakat setempat, untuk mendapatkan pengakuan dan penetapan hutan adat dari Negara.

“Ninik mamak sudah sejak lama berusaha untuk mendapatkan pengakuan ini. Alhamdullah, hari ini apa yang mereka harapkan untuk cucu kemenakan dapat menemui hasil. Kemudian, kami berharap Bapak Gubernur dapat segera mengajukan pengusulan tersebut kepada Pemerintah pusat,” ujarnya. (adpsb/h)

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Sumbar Sebut Kader Posyandu Berperan Tekan Angka Stunting

Eksekutif

Penyandang Disabilitas Sumbar Juara Nasional dan Diutus ke Korsel, Gubernur Mahyeldi : Sangat Inspiratif dan Membanggakan

Eksekutif

Besuk Mantan Wawako Padang Emzalmi, Gubernur Mahyeldi : Alhamdulillah, Kondisi Orang Tua Kita Makin Membaik

Eksekutif

Perumda Air Minum Kota Padang Laksanakan Sholat Istisqa (Minta Hujan)

Eksekutif

Pemprov Sumbar Salurkan BKK Sebesar 7 Miliar kepada Pemkab Solok Selatan

Eksekutif

Cerita Inspiratif Pemuda Berprestasi Sumbar Tahun 2023
Gubernur Sumbar lantik pejabat pimpinan tinggi pratama, penjabat administrator dan pejabat pengawas

Eksekutif

Pejabat Pemprov Sumbar Dilantik, Kepala BKIM Digeser ke Bapelkes

Eksekutif

Pemprov Sumbar Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Provinsi