Home / Rilis

Jumat, 24 September 2021 - 16:49 WIB

Pemerintah Buka Opsi TNI-Polri Jadi Penjabat Gubernur

Ollie Wijaya - Penulis

JAKARTA – Pemerintah tidak menutup opsi penunjukan perwira tinggi TNI dan Polri sebagai penjabat (Pj) kepala daerah menjelang Pilkada Serentak 2024. Pernyataan itu merespons ahli yang menyebut Pj. kepala daerah tidak boleh berasal dari TNI dan Polri.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benni Irwan mengatakan pihaknya selalu bersandar pada peraturan perundang-undangan. Jika penunjukan TNI-Polri diperbolehkan undang-undang, Kemendagri bisa saja mengambil opsi itu.

“Yang paling utama adalah kita memperhatikan aturan. Bagaimana diatur, baik oleh undang-undang, peraturan pemerintah, itu yang kita lakukan terlebih dahulu,” kata Benni, Kamis (24/9).

Benni menyampaikan pemerintah beberapa kali menunjuk perwira TNI-Polri sebagai penjabat kepala daerah. Misalnya, saat menunjuk Mayjen TNI Soedarmo sebagai Pj. Gubernur Aceh dan Irjen Carlo Tewu sebagai Pj. Gubernur Sulawesi Barat.

Baca Juga :  Daerah Ramah Layanan Investasi Tahun 2023, Pemprov Sumbar Terima Penghargaan dari Wapres RI

Menurut Benni, penunjukan keduanya sesuai aturan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dua orang itu adalah pejabat pimpinan tinggi madya di Kemendagri dan Kemenko Polhukam.

“Kemungkinan-kemungkinan seperti itu menjadi pertimbangan jika kita melihat kondisi daerah yang memang memerlukan seperti itu,” tutur Benni.

Benni memastikan pihaknya memilih penjabat kepala daerah sesuai aturan perundang-undangan. Kemendagri juga akan mempertimbangkan kebutuhan setiap wilayah dalam penunjukan penjabat kepala daerah.

“Sebelum Pak Menteri menyampaikan ke Presiden, tentu segala pertimbangan sudah diperhatikan, terutama aturan main dan kondisi wilayah,” ujarnya.

Mulai 2022, pemerintah pusat akan menunjuk penjabat kepala daerah untuk memimpin 271 daerah. Hal itu dilakukan karena tidak ada pilkada hingga penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.

Baca Juga :  Hasil Pilpres Prabowo Gibran, BMB: Bisa Meroket Lebih 70 % 

Sebanyak 24 provinsi akan dipimpin oleh ASN pejabat pimpinan tinggi madya. Penjabat gubernur akan diusulkan mendagri dan ditetapkan oleh presiden.

Sementara itu, ada 241 kabupaten/kota yang dipimpin ASN pejabat pimpinan tinggi pratama. Penjabat bupati/wali kota diusulkan gubernur dan ditetapkan mendagri.

Pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan berpendapat penjabat kepala daerah tak boleh berasal dari TNI dan Polri.Djohermansyah mengatakan penjabat gubernur, bupati, dan wali kota berasal dari kalangan ASN.

“Aturan main undang-undang jelas, kekosongan itu diisi ASN. Kalau polisi dan tentara bukan ASN. Nanti orang bisa berpikir ini ada dwifungsi lagi,” ujar Djohermansyah.

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Legislator

Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional

Legislator

Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Iran

Eksekutif

Berkat Komitmen dalam Pengelolaan Sampah Laut di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan dari KKP RI

Rilis

ULPA YUSMADI, Pimpinan Media Hingga Jadi Caleg DPRD Sumsel Dari Partai PAN

Rilis

Netralitas ASN, Oknum Camat Dimintai Keterangan Pj Bupati Melaui Sekda Banyuasin

Rilis

Bamsoet: Rajut Semangat Persaudaraan Dalam Kebersamaan Antar Pemeluk Agama

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Harap Hubungan Prov Sumbar dan Riau Semakin Erat, Pasca Resminya Gubernur Riau Menjadi Keluarga Suku Chaniago

Legislator

Terima Presidium Forum Alumni HMI-Wati, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peran Politik Perempuan
Hubungi Redaksi Disini