Home / Komunitas / Rilis

Jumat, 30 Desember 2022 - 20:28 WIB

Oknum Polisi Aniaya ODGJ, DPD GMNI Desak Polda NTT Segera Tindak Tegas dan Dipecat

KM - Penulis

 

Kupang- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kapolda NTT untuk menegakkan Disiplin Organisasi Kepolisian dan etika profesi Kepolisian terhadap oknum polisi yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang warga sipil yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang terjadi di kabupaten Lembata pada Selasa 27 Desember 2022.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh sekretaris DPD GMNI NTT, Yakobus Madya Sui, pihaknya mengatakan bahwa apapun motifnya tidak dapat dibenarkan apabila oknum kepolisian menganiaya masyarakat sipil apalagi ODGJ

“Pelaku penganiayaan tersebut harus di tindak tegas berdasarkan aturan kepolisian Republik Indonesia dan berdasarkan KUHP sebagai langkah prefentif dan represif sehingga tidak terulang lagi perbuatan semacam ini baik oleh pelaku maupun oknum polisi lainnya”, tegas Yakobus.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Ibu Dan Anak Yang Mayatnya Dibuang Di Kolong Jembatan Tol, Diringkus Polda Jateng

Yakobus menegaskan bahwa DPD GMNI NTT mendesak agar pelaku penganiayaan tersebut diberi sanksi yang seberat-beratnya yakni pemecatan dari anggotan Kepolisian RI.

“Semua yang menjadi tugas dan tanggung jawab kepolisian NTT sekiranya dapat di jalankan dengan seprofesional mungkin dengan cara mencegah kesewenang-wenangan menggunakan alat kekuasan negara menganiaya orang yang butuh pertolongan (pengobatan ODGJ) serta memecat pelaku penganiayaan dari Kepolisian RI.
maksud ODGJ”, kata Yakob.

Selain itu Yakob mengingatkan Polda NTT untuk kembali merefleksi perjuangan para pahlawan k yang telah mengorbankan darah dan nyawanya agar bangsa kolonial kala itu berhenti dari segala penjajahan yakni tekanan, pemukulan, penganiaayaan, pembunuhan rakyat sebab pahlawan berjuang bukan untuk menjadi penguasa agar menghisap dan menindas rakyatnya sendiri.

Baca Juga :  Parah! Ken Setiawan: Hari Ini Pancasila Sakit, Tapi Kita Tidak Merasa Sakit

” Untuk itu polda NTT harus benar-benar sadar akan perjuangan bangsa yang teguh mempertahankan garis nilai perjuangan dan menghilangkan tindakan semena-mena dari anggota kepolisian terhadap masyarakat dengan memberhentikan seluruh oknum penganiaya masyarakat di Lembata tersebut. Sebab kehadiran Polisi untuk menjaga dan membantu masyarakat sadar akan kesejahteraan melalui penegakan hukum. Bukan biang krimanalitas menggunakan tameng negara”, tutupnya

Berita ini 161 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Nominasi TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera di Sela Rakor TPID Sumbar 2023

Komunitas

IMAPI Kupang Apresiasi Kinerja dan Prestasi Kejari TTU

Parpol

Sekretaris Partai Buruh TTU: “Kami Siap Berjuang bagi Kaum Kecil”

Eksekutif

Ratusan Warga Luar Sumbar Mengikuti Acara Minangkabau Basepeda Gubernur Mahyeldi : Tujuan Daerah Mempromosikan Potensi Wisata dan UMKM Lokal Melalui Penyelenggaraan Event Tercapai

Rilis

Okta Kumala Dewi “Mari Tanamkan Budaya Literasi Di Masyarakat”

Eksekutif

4 perusahaan air minum di Indonesia serentak mengunjungi Perumda Air Minum Kota Padang

Rilis

Timboel Siregar “Perbaikan Layanan Kesehatan”

Rilis

Gus Imin Kader Terbaik NU Dan Didukung Oleh Para Masyayikh
Hubungi Redaksi Disini