Home / Komunitas / Opini

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:58 WIB

Lapak Pedagang Pasar di Terminal Gamalama Ternate Sepi Pengunjung, Terhalang Puluhan Tenda Dadakan Pedagang Musiman

Syafridhani Smaradhana - Penulis

PoliticNews.ID – Ternate: Pedagang pasar terminal Gamalama menjerit karena tenda-tenda pedagang musiman menutupi akses masuk ke dalam lapak mereka.

Puluhan tenda biru berdiri di area terminal sejak Awal Ramadhan, menghalangi semua jalan masuk ke lapak pedagang yang sudah ada, hanya menyisakan sedikit ruang untuk lalu lalang kendaraan.

Pedagang yang ditemui mengeluhkan kondisi ini, karena sepinya orang yang mengunjungi lapak mereka. Bagaimana bisa dikunjungi calon pembeli, sedangkan tenda-tenda darurat yang dipasang pedagang musiman sudah menutup penuh jalan masuk.

Sedangkan kondisi berbeda dialami para pedagang musiman yang tumpah ruah di area terminal. Karena langsung berhadapan dengan jalan, calon pembeli mudah menjangkau dagangan mereka.

Nanny, salah satu pemilik lapak di terminal Gamalama menyampaikan bahwa para pedagang di pasar disatu sisi dituntut untuk taat membayar pajak dan retribusi, namun kebijakan Pemkot Ternate dalam hal ini Disperindagkop tidak berpihak kepada mereka.

Baca Juga :  Inventor (Penemu) Bersatu Untuk Kesejahteraan Bersama

Menurutnya, Pemkot bersikap tidak adil kepada pedagang tempatan karena memberikan akses kepada pedagang musiman untuk berjualan di tengah-tengah area terminal Gamalama.

Nanny: “Saya rasa torang samua pedagang mengeluh, kecuali pedagang musiman. Dorang mengambil keuntungan disaat seperti ini. Kami diam bukan berarti setuju dengan situasi yang ada, tapi lebih kepada pasrah, so tratau mau bikin apa lagi.”

Sebagai rakyat kecil dirinya merasa dijadikan sapi perah, dimana tiap bulan harus membayar pajak yang semakin naik, sedangkan pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran.

Ramadhan adalah momen yang torang pedagang tunggu-tunggu untuk bisa menutupi sekian bulan yang selama ini sepi, ujarnya, “tapi ternyata itupun tidak kita rasakan, malah semakin hancur.”

Hal senada disampaikan Ellywisna, pemilik lapak di pintu masuk terminal Gamalama.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah, Kota Ternate Laksanakan Pawai Ta'aruf

Jadi jika para pedagang tidak bisa bayar pajak, jangan salahkan pedagangnya, tapi koreksi dulu aturan kebijakan Walikota, DPRD dan Disperindagkop, mengapa lebih mengutamakan tenda pedagang musiman daripada kami para pejuang APBD ini,” terang Ellywisna.

Menurutnya, pedagang musiman sampai berani bangun tenda di area umum itu atas ijin mereka yang terkait.

Berita ini 73 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

2024 Pemprov Sumbar Targetkan Tidak ada Nagari Tertinggal dan Jadikan Nagari Madani

Komunitas

Desa Sumberjo Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang Adakan Tasyakuran Dalam Rangka Peresmian Kampung BSPS Tahun 2023
Gubernur Sumbar lantik pejabat pimpinan tinggi pratama, penjabat administrator dan pejabat pengawas

Eksekutif

Pejabat Pemprov Sumbar Dilantik, Kepala BKIM Digeser ke Bapelkes

Komunitas

258 Siswa/Siswi SMAK Padang Diwisuda

Komunitas

Buka Kegiatan KTM, Ketua PA GMNI NTT: Kader Harus Disiplin dalam Berpikir dan Bertindak

Komunitas

Lepas 5000 Pemudik, Projo: Kalau yang Dibicarakan Elite Jelek Biar Saja, Rakyat Mau Rukun

Opini

Anugerah Sebuah Hidayah

Eksekutif

Berikan Reward Pegawai Purna Tugas, Perumda Air Minum Kota Padang Berangkatkan Umroh