Home / Rilis

Jumat, 29 Oktober 2021 - 09:55 WIB

Kunci Pemulihan Ekonomi Melalui Penguatan Kerja Sama BIMP-EAGA

Ollie Wijaya - Penulis

BOGOR : Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa upaya untuk memperkuat kerja sama antara Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) menjadi kunci pemulihan ekonomi.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-14 BIMP-EAGA secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 28 Oktober 2021. Indonesia saat ini adalah ketua KTT BIMP-EAGA dan Presiden Joko Widodo sebagai Ketua pertemuan.

“Upaya memperkuat kerja sama menjadi kunci agar kita dapat keluar dari pandemi ini dan mulai memulihkan ekonomi,” tutur Presiden.

Kepala Negara menyebutkan, BIMP-EAGA telah menghasilkan kerja sama konkret antar wilayah di bagian timur Asia sejak pembentukannya pada tahun 1994. BIMP-EAGA juga telah berkontribusi dalam membangun perekonomian subkawasan melalui peningkatan daya saing konektivitas serta perdagangan pariwisata dan investasi.

Baca Juga :  Peringati HUT, THS-THM Ranting Fafinesu Gelar Bakti Sosial

“Namun, upaya kita tersebut selama pandemi menghadapi tantangan yang tidak kecil. Kita kehilangan waktu hampir dua tahun untuk mencapai berbagai target yang tercermin dalam visi BIMP-EAGA 2025, yaitu menciptakan wilayah yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing dengan prioritas di bidang industri hijau, pertanian, dan pariwisata,” ungkapnya.

Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa saat ini tanda-tanda pemulihan ekonomi negara berkembang di Asia dan Asia Tenggara mulai terlihat. Kepala Negara pun berharap proyeksi tersebut dapat tercapai.

“ADB memperkirakan perekonomian negara berkembang di Asia tumbuh 7,1 persen pada 2021 dan Asia Tenggara tumbuh 3,1 persen pada 2021. Kita perlu pastikan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut akan tercapai,” jelas Presiden.

Baca Juga :  Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi Dengan Presiden Joe Biden

Presiden juga berharap melalui pertemuan ini, para pemimpin negara dapat bertukar pandangan untuk mencapai visi BIMP-EAGA 2025. Presiden meyakini bahwa penguatan kerja sama yang konkret dapat membantu pemulihan ekonomi yang selama dua tahun terakhir tertinggal.

“Saya berharap pagi ini kita dapat bertukar pandangan untuk mencapai visi BIMP-EAGA 2025 tersebut melalui inovasi, kerja sama yang lebih efektif, efisien, dan produktif, serta saling menguntungkan,” tandas Presiden.

Turut mendampingi Presiden pada konferensi tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

Disdukcapil Aceh Singkil, Jemput Bola ke Masyarakat, Rekam E-KTP, KK, Akta dan KIA

Legislator

Bertemu Pengurus Yayasan dan Rektorat Universitas Trisakti, Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Rencana Pembukaan Magister kenotariatan dan S2 Teknik Lingkungan

Eksekutif

Ketua MPR RI Bamsoet bersama Presiden the Global Council for Tolerance and Peace Tandatangani Nota Kesepahaman Penyebarluasan Budaya Toleransi dan Perdamaian

Legislator

Idul Adha, Ketua PKS Sumbar: Momentum Meneladani Ketauhidan Nabi Ibrahim

Rilis

Tiba di La Nuvola, Presiden Jokowi Ikuti Foto Bersama dan Sesi KTT G20

Rilis

BNPB Melepas Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat Kabupaten Mimika

Eksekutif

Pembicara Utama Sosialisasi KPID Sumbar, Sekda Sumbar Hansastri Berharap Lembaga Penyiaran Turut Meningkatkan Kualitas Pemilu

Legislator

Temui Kader LDII Banjarnegara, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Tolak Isu SARA dalam Pemilu