Home / Opini / Rilis

Sabtu, 15 Juli 2023 - 10:36 WIB

KEHADIRAN PEMIMPIN DITENGAH BENCANA DAN KETAATAN PADA PERINTAH ALLAH SWT

Wawan - Penulis

KEHADIRAN PEMIMPIN DITENGAH BENCANA DAN KETAATAN PADA PERINTAH ALLAH SWT

Oleh Boy Hadi Kurniawan

Bencana banjir yg melanda kota Padang karena hujan lebat sejak tadi malam menyebabkan banyak jatuh nya korban harta bahkan jiwa. Ribuan warga yg terdampak karena bencana banjir tersebut. Pemukiman dan harta benda mereka terendam ada kendaraan yg hanyut, diperikirakan kerugian mencapai milyaran rupiah. Bahkan ada 2 balita yg meninggal dunia krena terkena tanah longsor akibat hujan deras. Ada rumah pensiunan ASN yg terbakar. Bahkan ada kuburan yg terletak di lereng bukit yg longsor karena hujan deras, sehingga sebagian jenazah ada yang terbongkar dari kubur nya. Tapi Alhamdulillah segera dievakuasi dan dikubur kembali. Memang agak terasa berbeda bencana banjir kali ini. Kita berdo’a, Semoga para korban diberikan kesabaran dan diganti yg lebih baik oleh Allah SWT. Dan kita dijauhkan Allah SWT dan bencana lainnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Disisi lain kita juga mendengar berita, disaat bencana banjir yg melanda Kota Padang ini, beberapa hari sebelumnya Walikota Padang, Kepala OPD, Kepala Bidang, Camat dan Lurah sekota Padang pergi ke makassar untuk mengikuti Rakernas Apeksi dan studi banding katanya. Sehingga Walikota Padang, Kepala Dinas terkait, serta para Camat dan Lurah yg daerahnya terdampak bencana tidak bisa hadir di tengah warga nya saat bencana ini. Hanya Wawako yg ada di kota Padang dan yg lainnya.

Kemudian, bencana banjir dan longsor ini juga terjadi tepat sehari setelah mayoritas fraksi di DPRD Sumbar menolak untuk meneruskan pembahasan Ranperda Konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syari’ah. Artinya konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syari’ah menemui jalan buntu. Hanya 1 fraksi yang menerima, 2 Fraksi Abstain selebihnya Fraksi yg lain menolak. Padahal sebagai provinsi yg memiliki karakteristik adat basandi syara’ dan syara’ basandi Kitabullah yg sudah dituangkan dalam Undang-Undang tentang Provinsi Sumatera Barat yaitu UU No 17 tahun 2022, pasal 5.c yang berbunyi : adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah ada basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka Nagari yg berlaku serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/Nagari, ritual, upacara adat, situs budaya dan kearifan lokal yg menunjukkan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat Sumatera Barat.

Semestinya konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari syari’ah ini didukung oleh pemimpin, wakil rakyat dan rakyat Minangkabau itu sendiri. Karena sesuai dengan Kitabullah. Begitu tegas dan jelas dalam Ayat Al Quran tentang haramnya riba ini. Bahkan Allah SWT mengatakan dalam surat al Baqarah ayat 275 bahwa orang yg memakan riba seprti orang yang kemasukan syaithan dan terkena tekanan penyakit gila. Dan tempatnya adalah di neraka.

Baca Juga :  Gunhar Puji Ketegasan Kapolda Sumsel Berani Tangkap BBM Ilegal

ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba) , maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”. (QS. Al-Baqarah [2]: 275).

Dalam ayat berikutnya Allah SWT mengatakan bahwa harta riba itu akan dimusnahkan oleh Allah SWT. Naudzubillahi mindzalik.

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ

Artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa,” (al-Baqarah: 276).

Dalam Hadist dari Jabir ra Nabi SAW mengutuk dan melaknat pelaku riba.

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah ﷺ mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semuanya sama (berdosa).” (HR Muslim).

Artinya dengan mencegah perilaku riba ini, maka sebenarnya kita mencegah datang nya murka Allah SWT. Sebaliknya jika membiarkan bahkan mendorong prilaku riba ini sebagai salah satu dari 7 dosa besar yg membinasakan kata Nabi SAW dan mendatangkan murka Allah SWT dunia dan akhirat jika pelaku nya tidak bertaubat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al A’raaf ayat 96 yg berbunyi :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Baca Juga :  Terima Rektor UPN Veteran, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Berdasarkan Pancasila

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Kita juga berlindung dari murka Allah ketika suatu kaum mengingkari nikmat yg Allah berikan pada mereka yaitu nikmat mereka akan dicabut dan diberikan pakaian kelaparan dan ketakutan. Sebagaimana firman Nya dalam Surat An Nahl 112.

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Artinya: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

Namun ditengah bencana yg melanda ini hati kita cukup di sejukkan dan tenangkan dengan banyaknya sedekah dan kebaikan, turun nya berbagai bantuan dan relawan dari bermacam lembaga filantropi dan organisasi maupun masyarakat secara pribadi. Ada yang membagikan nasi bungkus, makanan cepat saji dan sebagai nya. Aparat pemerintah, TNI dan Polri juga batu membahu membntu masyarakat. Sedekah inilah yg kita harapkan dapat menolak datangnya berbagai musibah dan bencana. Sebagaimana sabda Nabi SAW :
Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak.” (HR. Baihaqi & Thabrani)

Kita juga berharap dan mengapresiasi para pemimpin yg hadir ditengah masyarakat melihat warga nya yg terkena untuk menenangkan, menunjukkan kepedulian, dan bantuan, memberi kan sitawa dan si dingin seperti kata pepatah Minang. Seprti contohnya Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi yang hadir dan terjun langsung memberikan bantuan bagi warga yg terdampak bencana banjir.

Kita berdoa kepada Allah SWT agar kedepannya para pemimpin bangsa kita adalah mereka yang takut dan taat kepada Allah SWT, peduli pada. Masyarakat nya, cerdas menghadapi masalah, tidak berani melanggar perintah Allah dan tidak mengabaikan amanah yg diberikan kepada mereka. Wallahu alam bishshawab. ( *** / H )

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Presiden Jokowi Bakal Kunker ke Sumbar

Politic

Bertemu Persatuan Perangkat Desa RI (PPDRI) Purbalingga, Ketua MPR RI Bamsoet Pastikan Revisi UU Desa Disahkan Setelah Pemilu 2024

Eksekutif

Perayaan ASEAN Day di Kazakhstan, Dubes Fadjroel: Mari Wujudkan Komunitas ASEAN yang lebih kuat dan lebih baik

Opini

Sumbar Raih Penghargaan pada Anugerah Permasaran Pariwisata Indonesia 2023

Legislator

Temui Kader LDII Banjarnegara, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Tolak Isu SARA dalam Pemilu

Eksekutif

Ketua PKK Sumbar Harneli Mahyeldi Ingatkan Istri Kepala Daerah Soal Penanganan Stunting

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi Pembangunan Nagari agar Berdampak Maksimal bagi Masyarakat

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Siapkan Langkah Strategis untuk Tingkatkan Produktivitas Padi di Sumbar.