Home / Eksekutif / Pemilihan

Senin, 29 Agustus 2022 - 11:01 WIB

Harapan Petahana, Dahlan Matly Maju Pilkades Wayamiga Sirna Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

Syafridhani Smaradhana - Penulis

PoliticNews.ID – Labuha: Pupus sudah harapan Dahlan Matly untuk kembali berlaga dalam Pemilihan Kepala Desa Wayamiga setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai Tersangka tindak pidana penganiayaan. Kabar penetapan Tersangka diperoleh awak media dari Kuasa Hukum korban, Syafridhani di Ternate hari ini, Senin (29/08/22)

Pengacara ibukota ini menyebutkan bahwa sebagai kuasa hukum, pihaknya puas atas keputusan Polisi menetapkan petahana Desa Wayamiga itu sebagai tersangka setelah gelar perkara beberapa waktu lalu.

Syafridhani: “Tak bisa dielakkan lagi bahwa bukti-bukti dan keterangan di hadapan Penyidik telah menggambarkan peristiwanya (penganiayaan) dengan sangat terang. Tentu Polisi akan bekerja serius, mengingat perkara ini telah diketahui secara luas oleh masyarakat Halsel, bahkan telah ditayangkan media-media online berpengaruh di Maluku Utara bahkan nasional.”

Tindakan semena-mena ini, menurutnya, tak patut dilakukan seorang pejabat, apalagi dilakukan secara bersama-sama, dan terhadap anak dibawah umur pula.

Baca Juga :  Bupati Sragen : Deklarasi Damai Pilkades Bukan Hanya Seremonial

Sementara itu, Risal Ja’far Sangaji, Ketua LSM Kalesang Anak Negeri Halsel meminta Pemkab Halmahera Selatan untuk segera bersikap menyusul penetapan Tersangka kepada Dahlan Matly, dengan tidak mengakomodir ybs. dalam Pilkades Wayamiga yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pernyataan Risal Sangaji ini disuarakan dalam aksi unjuk rasa LSM KANe di depan Polres Halsel di Labuha, Bacan beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, Risal Sangaji mendesak Polres Halsel untuk menuntaskan perkara ini agar tidak berlarut-larut, mengingat peristiwanya telah terjadi begitu lama, bahkan gelar perkara telah dilakukan.

Untuk diketahui, peristiwa penganiyaan terjadi pada 24 Mei 2022 lalu, dengan korban anak dibawah umur, AM. Peristiwa ini terjadi di desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, dimana pelakunya adalah Kepala Desa Wayamiga, Dahlan Matly. Bersama-sama dengan beberapa orang di rumahnya, Dahlan Matly melakukan pengeroyokan terhadap AM (16 tahun) dimana atas perbuatan ini dapat dipidana penjara paling lama lima tahun (Pasal 351 ayat (2) KUHP).

Baca Juga :  Tahan BLT, Kades Loleba Diprotes Warga

Perkara ini sendiri telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

Baik Kuasa Hukum Korban, Syafridhani dan Ketua LSM KANe Halsel, Risal Sangaji menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga disidangkan di PN Labuha, dan menyeret para pelaku untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya.(*)

Berita ini 51 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Komunitas

Rapimnas Golkar Putuskan Usung Prabowo-Gibran Capres-Cawapres 2024, Ketua MPR RI dan Waketum Partai Golkar Bamsoet Harap Utamakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Eksekutif

Kadisdik : 60 peserta kursus Bahasa Korea lulus dengan nilai baik

Eksekutif

Sekda Hansastri Minta Skenario Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2023/2024 di Sumbar Disiapkan dengan Matang

Eksekutif

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Gubernur Mahyeldi Instruksikan TPID Siapkan Alternatif Pasokan

Parpol

Istri Wakil Walikota Bukittinggi Siap Jadi Jembatan Suara UMKM dan Pertanian di DPRD Sumbar

Eksekutif

Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

Eksekutif

Jelang Pemilu 2024, Gubernur Mahyeldi Pastikan Perekaman Data KTP el di Sumbar Tetap Gencar Meski Capaian Sudah 98,34 Persen

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Tekankan Pentingnya Penghitungan Ketersediaan Pangan yang Lebih Cermat untuk Sikapi Pola Cuaca yang Tak Menentu