Home / Legislator / Rilis

Minggu, 4 Juni 2023 - 00:02 WIB

Hadiri Perayaan Kelulusan Angkatan 2023 SMAN 6 Jakarta, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Pentingnya Menjadi Bagian Bonus Demografi Indonesia 2030-2045

KM - Penulis

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo dan Ketua Dewan Pembina Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD mengingatkan tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan dinamis, seiring dengan pesatnya kemajuan IPTEK serta derasnya arus globalisasi. Dunia pendidikan ‘dipaksa’ untuk terus beradaptasi agar tidak tergilas oleh laju peradaban.

 

“Namun, di sisi lain dunia pendidikan juga dituntut untuk dapat berinovasi dan melakukan terobosan. Tidak hanya untuk menjawab setiap persoalan yang mengemuka, namun juga untuk meningkatkan daya saing di tengah semakin menguatnya pengaruh kompetisi global,” ujar Bamsoet mewakili para orang tua wisudawan di Perayaan Kelulusan Puterinya, Debby Pramestya Angkatan 2023 SMAN 6 Jakarta, Sabtu (3/6/23).

 

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, menurut data yang dirilis World top 20, saat ini pendidikan Indonesia menempati peringkat ke 67 dari 209 negara di dunia.Realita dunia pendidikan tersebut mengisyaratkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca Juga :  Berikan Kuliah Program Doktor Imu Hukum, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Mahkamah Etik

 

“Pekerjaan rumah inilah yang harus kita tuntaskan bersama, melalui kerjasama dan kerja bersama. Sehingga, cita-cita para pendiri bangsa yang diamanatkan dalam konstitusi untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ bisa kita capai dan raih. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman menjadikan pendidikan di sekolah tidak seharusnya ‘terpenjara’ oleh hambatan sekat ruang dan waktu. Sehingga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” kata Bamsoet.

 

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, ketika usia kemerdekaan Indonesia mencapai satu abad di tahun 2045 atau dikenal dengan era Indonesia Emas, bangsa Indonesia akan mengalami bonus demografi. Diperkirakan di tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif.

Baca Juga :  Resmikan Posko Bersama Bambang Soesatyo Banjarnegara, Bamsoet Ajak Tinggalkan Kampanye Hitam

 

“Bonus demografi ini harus dijadikan momentum penting untuk kemajuan bangsa dan negara. Karenanya, mulai dari sekarang perlu disiapkan dengan mencetak anak muda yang kreatif dan mampu menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa. Kita tidak boleh gagal memanfaatkan bonus demografi, seperti Brasil dan Afrika Selatan, karena tidak mampu mencetak generasi muda yang kreatif dan inovatif. Kita harus bisa mencotoh Korea Selatan yang sangat sukses memanfaatkan bonus demografi melalui gerakan anak mudanya yang berhasil mengguncang dunia melalui kemajuan teknologi dengan pengembangan industri elektrik dan kebudayaan K-pop nya,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Parpol

BANGKITNYA KAUM BURUH DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA: “MEMBUNGKAM KELALIMAN PARA PENGUASA”

Eksekutif

Luncurkan Genius dan GPM di Hari Pangan Dunia, Gubernur Mahyeldi Serukan Gerakan Makan Jangan Bersisa

Rilis

Kapolres Kudus Resmikan Gelar Operasi Zebra Candi 2021 Serentak

Rilis

Presiden Jokowi Sampaikan Arahan Di Rapat Koordinasi Nasional Dan Anugrah Layanan Investasi 2021

Rilis

Presiden Jokowi Menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021

Komunitas

GMNI Kefamenanu Desak Bupati TTU Perhatikan Nasib PTT

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Penghubung Akabiluru – Tilatang Kamang

Eksekutif

Pemprov Sumbar Borong 2 Penghargaan pada Ajang Anugerah Kihajar 2023 dari Kemendikbudristek RI
Hubungi Redaksi Disini