Home / Eksekutif

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:08 WIB

Gubernur Sumbar Minta Masyarakatnya Waspada, Potensi Bencana Susulan Masih Ada

Wawan - Penulis

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghimbau masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi untuk tetap waspada. Mengingat, saat ini intensitas hujan di Sumbar masih tinggi.

Berdasarkan pantauan drone Balai Wilayah Sungai Sumatera V, terdapat penumpukan material sisa erupsi dalam jumlah besar di lereng Gunung Marapi. Ketika intensitas hujan tinggi, material itu bisa turun seketika sehingga berpotensi menyebabkan banjir bandang susulan.

“Masyarakat kita minta tetap waspada sebab potensi bencana susulan itu masih ada,” tegas Mahyeldi di Padang, Jum’at (17/5/2024)

Ia mengaku, untuk menyikapi hal tersebut pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah berupaya untuk memitigasi potensi tersebut. Salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca.

Baca Juga :  Tinjau Jalan Nasional Amblas di Desa Silungkang Oso, Gubernur Mahyeldi Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan

Kepala UPTD PSDA Wilayah Utara Sumbar, Hendry Yuliandra menyebut hamparan material sisa erupsi tersebut berada sekitar 3 kilometer di atas pemukiman penduduk di Jorong Pagu-Pagu, Kenagarian Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

“Pembersihan tidak bisa dilakukan karena alat berat kita tidak bisa naik, kecuramannya tajam,” ungkap Hendry Yuliandra

Disebutkannya, jalur itu merupakan hulu dari sungai yang bermuara ke Batang Anai. Dengan itu, maka potensi banjir bandang melewati Lembah Anai bisa kembali terjadi.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Antar Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Lima Puluh Kota

“Ini muaranya juga Batang Anai, kalau material itu disiram hujan lebat, bisa memicu banjir bandang lagi,”ungkapnya.

Diketahui, untuk memitigasi potensi tersebut BMKG dan BNPB menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit Sumatera Barat. Tujuannya untuk menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah bencana.

Sebanyak 15 ton garam disiapkan untuk disemai sebanyak tiga kali sorti penerbangan dalam satu hari dan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Operasi TMC merupakan cara modifikasi cuaca dengan menabur zat NaCl di langit menggunakan pesawat dan dianggap paling efektif untuk mengendalikan potensi awan hujan. (Adpsb/h)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Pimpin Penandatanganan Kerja Sama Pemprov dan Empat Kabupaten/Kota Terkait Pengelolaan Sampah

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Imbau Aktivitas Olahraga Makin Digiatkan agar Kebugaran Masyarakat Sumbar Lebih Meningkat

Eksekutif

Wujudkan Kepedulian untuk Masyarakat Kurang Mampu dan Terisolir, Pemprov Sumbar Tebar Program Qurban

Eksekutif

Kualitas Ketahanan Keluarga di Sumbar Terus Membaik, Pertanda Program dan Kolaborasi Berjalan Efektif

Eksekutif

Sidak Sejumlah OPD, Gubernur Mahyeldi Pastikan Pelayanan Publik di Pemprov Sumbar Berjalan Normal Sejak Hari Pertama Pascalebaran

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Resmikan Pesantren, Ma’had Al Afaf, Tempat Pencetak Generasi Muda Qurani

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Sambut Baik Kehadiran Tazkia Cabang Padang sebagai Opsi Layanan Haji-Umrah bagi Warga Sumbar

Eksekutif

KBRI Astana Melaksanakan Buka Puasa Bersama dan Sosialisasi Pemilu 2024