Home / Eksekutif

Senin, 10 Juni 2024 - 20:46 WIB

BNPB Rencana Pasang EWS Terintegrasi di Gunung Marapi, Disambut Baik Gubernur Sumbar

Wawan - Penulis

PADANG, – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) terintegrasi di kawasan Gunung Marapi. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah berharap agar keberadaan EWS terintegrasi tersebut dapat menekan potensi dampak kerusakan jika sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima kunjungan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bapak Raditya Jati dan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Ibu Prasinta Dewi, dalam agenda merencanakan pemasangan EWS terintegrasi di sekitar Marapi,” jmujar Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernuran, Senin (10/6/2024).

Pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten, sambung Gubernur, mengucapkan terima kasih dan menyatakan dukungan penuh atas persiapan pemasangan EWS Terintegrasi tersebut. Agar, ke depan potensi kerusakan dan dampak akibat erupsi, banjir lahar dingin, dan longsor di Gunung Marapi, terutama sekali di di Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Kota Padang Panjang, lebih bisa diminimalisir.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Perintahkan Dinkes Sumbar Bentuk Tim Penguatan Layanan Kesehatan Pemilu 2024

“Kita ucapkan terima kasih atas perhatian pusat terhadap upaya mitigasi dan penanganan pascabencana di Sumbar,” ujar Gubernur yang dalam pertemuan itu turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Hansastri, Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldi, dan Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi.

Dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati mengatakan, bahwa pemasangan instrumen peringatan dini terintegrasi sangat penting untuk mengantisipasi potensi kerusakan yang mungkin saja masih akan terjadi di wilayah terdampak erupsi Marapi.

Sistem peringatan dini atau EWS terintegrasi, sebutnya, akan mengintegrasikan informasi cuaca, informasi aktivitas gunung api, informasi getaran, dan sensor cuaca. Berbagai informasi tersebut, akan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana.

Baca Juga :  Halal Bihalal IKA FPUA, Gubernur Mahyeldi Minta Alumni Pertanian Unand Terus Tingkatkan Kontribusi

“Hal tersebut bertujuan agar warga paham dan melakukan aksi dini apabila mendengar bunyi sirine peringatan dini. Di samping itu, sosialisasi juga diperlukan agar masyarakat ikut merawat EWS Terintegrasi ini, sehingga keberlanjutan fungsi perangkatnya dapat terjaga,” ujar Raditya.

Kemudian terkait masalah pendanaan, lanjutnya, untuk pendanaan awal, mulai dari pemasangan alat hingga pemeliharaan dalam masa dua tahun ke depan, akan ditanggung oleh BNPB.

“Untuk tahun selanjutnya, kami meminta dukungan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten untuk pemeliharaannya. Namun yang terpenting adalah, bagaimana keberlanjutan fungsi EWS ini tetap bisa diakses oleh masyarakat,” kata Raditya lagi. (adv/h)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pelatihan calon tenaga surveyor akreditasi puskesmas dan klinik

Eksekutif

BKOM Pelkes Sumbar bersama Laskesi Pusat Gelar Pelatihan Calon tenaga Surveyor Puskesmas dan Klinik

Eksekutif

KBM Sumbar Buktikan Kepedulian Kepada Korban Banjir di Pessel

Eksekutif

Sambut Tahun Baru, KBRI Astana Gelar Nonton Bareng dan Soft Launching 30 Tahun Diplomasi

Eksekutif

Masyarakat Kota Padang Tidak Perlu Khawatir , Distribusi air bersih Tetap Dilakukan Secara Maksimal

Eksekutif

Pimpin Upacara Hari Bakti PUPR ke-78, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Soal Ketelitian dalam Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Sampaikan Semangat Persatuan Dihadapan Ribuan Masyarakat yang Menyaksikan Acara Merah-Putih Light Carnival 2023

Eksekutif

Sekda Hansastri Minta Skenario Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2023/2024 di Sumbar Disiapkan dengan Matang

Eksekutif

Kepala dinas DPMD Sumatra Barat , Menyerahkan Penghargaan LPM Award