Home / Rilis / Senator

Kamis, 18 November 2021 - 17:52 WIB

Beri Kuliah Umum, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Belajar dari Sejarah

KM - Penulis

 

BOGOR – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para sivitas akademika Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN) untuk berkontemplasi. Membuka memori kolektif kebangsaan, menghimpun kembali catatan sejarah perjuangan bangsa yang terserak di ruang-ruang perpustakaan sekolah dan kampus, yang kian hari kian terpinggirkan oleh modernitas zaman, dan terlupakan oleh dinamika peradaban.

“”Legasi sejarah yang diwariskan para pahlawan bukan sekedar hamparan tanah merdeka yang kaya akan sumber daya. Melainkan juga semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa, yang dibangun oleh pondasi rasa cinta tanah air dan bangsa, dan disatukan oleh tekad dan komitmen kebangsaan yang solid,” ujar Bamsoet dalam sambutan pada acara Kuliah Umum Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Tinton Soeprapto, di UNHAN, Bogor, Rabu (17/11/21).

Turut hadir jajaran rektorat UNHAN, antara lain, Rektor Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, para Wakil Rektor Mayjen TNI Jonni Mahroza, Mayjen TNI Lasmono, Laksda TNI Suhirwan, dan Tristan Soemardjono. Hadir pula Panglima TNI Periode 2010-2013 Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono dan anggota DPR RI Moreno Soeprapto.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Duet Nyanyikan Lagu 'My Way' Bersama Putri Ariani

Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi prakarsa UNHAN yang telah memberikan kesempatan kepada Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Tinton Soeprapto untuk memaparkan materi kuliah umum dengan tajuk ‘Sejarah Pendirian PETA dan Keterlibatannya pada Perjuangan Meraih Kemerdekaan Republik Indonesia’. Materi yang sangat penting untuk disimak, mengingat kedudukan dan peran strategis PETA, baik dalam kedudukannya sebagai cikal bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun dalam memaknai kembali kontribusi PETA sebagai pejuang perintis yang telah menghadirkan negara Indonesia Merdeka.

“Kita dapat merujuk pada lini masa sejarah yang mencatat transformasi PETA sebagai cikal bakal TNI. Diawali dengan lahirnya Tentara Keamanan Rakyat atau TKR pada 5 Oktober 1945, yang menempatkan para mantan anggota PETA sebagai personil inti TKR. Transformasi berlanjut pada 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, dan berubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia pada 26 Januari 1946, hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia atau TNI pada 3 Juni 1947,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, sejarah mencatat dari ‘rahim’ PETA terlahir banyak nama besar. Antara lain Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) Jenderal Besar TNI Sudirman, Presiden Republik Indonesia ke-2 Jenderal Besar TNI Soeharto, Panglima Angkatan Darat ke-6 Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, hingga Wakil Presiden Republik Indonesia ke-4 Jenderal TNI Umar Wirahadikusuma.

Baca Juga :  Caleg Muda Potensial Kota Pariaman Non Budgeter kembali Hadir..!!!

“Memaknai peran PETA dalam sejarah perjuangan bangsa, bukan dimaksudkan untuk menenggelamkan diri pada romansa masa lalu. Melainkan lebih sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kontribusi PETA sebagai pejuang perintis kemerdekaan, sebagai bagian dari dokumen sejarah yang tidak boleh dilupakan,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, sejarah adalah refleksi jati diri. Sejarah adalah gudang keilmuan yang penuh referensi sekaligus inspirasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai mengambil pembelajaran dari sejarah masa lalunya.

“Kita semua berharap, sejarah atau ‘history’ bukan menjadi narasi cerita dari dan oleh siapa yang berkuasa atau bahkan menjadi ‘his story’. Melainkan menjadi realitas faktual yang dapat dijadikan sebagai rujukan obyektif, dan referensi akademis yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Bamsoet. (*)

Berita ini 13 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Legislator

Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan, Tidak Semua Turis Rusia di Bali ‘Brengsek’ dan Tidak Patuhi Peraturan di Indonesia

Rilis

Dua Tunjangan PNS Ini Dicairkan Presiden Jokowi

Eksekutif

Jelang Pemilu 2024, Gubernur Mahyeldi Pastikan Perekaman Data KTP el di Sumbar Tetap Gencar Meski Capaian Sudah 98,34 Persen

Eksekutif

Ganjar Bernyanyi Bersama Putri Ariani, Meriahkan Konser Musik Langit Berdendang

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Luncurkan Program Nagari Generasi Emas demi Wujudkan Indonesia Sehat dan Cerdas

Komunitas

Mahasiswa ILMU HUKUM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA INDONESIA laporkan wamendes ke BAWASLU

Legislator

Gus Muhaimin Melakukan Dialog dan Silahturahmi Dengan Tema Roadshow Politik
Ken Setiawan - Pendiri NII Crisis Center

Rilis

Ken Setiawan: Khawatirkan Kekuasaan Taliban di Afghanistan Bangkitkan Kelompok Radikal di Indonesia