Home / Opini

Kamis, 9 September 2021 - 05:45 WIB

Bangun Jiwa – Raga Bangsa

ADMIN - Penulis

Yudi Latif

Saudaraku, hanya orang yg berjiwa Indonesia yg bisa membangun Indonesia.

Bukan sekadar org sini, lahir dan cari makan di sini, tapi jiwanya hrs benar-benar berumah di sini; memahami hakikat keindonesiaan, menghayati susana kebatinan, kepedihan dan pengharapan bangsa ini.

Selama ini yg semarak berkembang hanya “pembangunan di Indonesia”. Pelakunya bisa saja bukan org Indonesia atau tidak berjiwa Indonesia. Hasilnya adalah pembangunan yg menyingkirkan dan mengasingkan bangsa sendiri.

Yg harus giat kita kembangkan adalah “pembangunan Indonesia”. Pembangunan dari, oleh dan untuk rakyat Indonesia dgn mengolah segenap potensi Indonesia dgn sepenuh jiwa-raga Indonesia.

Baca Juga :  Rekam Jejak Mulyadi Muslim , Nyaris Jadi Wakil Walikota.

Dlm pembangunan Indonesia, yg dipedulikan bukan hanya pertumbuhan material, tetapi juga perkembangan kejiwaan. Bukan hanya infrastruktur “keras” (sarana fisik), tapi juga infrastruktur “lunak” (keadaban, pendidikan, kesehatan).

Pembangunan pada hakekatnya usaha berkemajuan dlm mutu peradaban dengan cara meningkatkan kualitas hidup. Kualitas hidup ditinggikan melalui pemajuan kapabilitas dlm tata nilai (mental-kultural), tata kelola (institusional-politikal), dan tata-sejahtera (material-teknologikal).

Tata nilai mengolah kekuatan jiwa budaya kewargaan yg inklusif. Tata sejahtera mengolah kemakmuran material yg inklusif. Tata kelola menjadi enabler, penyokong pembangunan rohani dan jasmani, melalui praksis politik yg inklusif.

Bila saat ini kehidupan negeri diliputi kabut pesimisme; banyak gerak-gerik tanpa gerak kemajuan berarti ; penuh reka-citra tanpa ampuh pecah-masalah; rasa saling percaya pudar; hukum disalahgunakan; kebaikan dimusuhi, kejahatan diagungkan; sebab utamanya karena kita mengalami kelemahan dlm tata nilai, tata kelola dan tata sejahtera.

Baca Juga :  Mahasiswa Pertontonkan Aksi Tak Beradab, Kampus UIN Syech Djamil Djambek Harus Minta Maaf

Tanpa nilai, gerak laju tanpa arah. Tanpa sejahtera, gerak laju lemah daya. Tanpa tepat pengelolaan, gerak laju tak karuan. Pembangunan Indonesia harus bisa memperkuat jiwa-raga Indonesia sedalam samudera nilai, seluas kepulauan sejahtera, setinggi surya pelayanan.

(Makrifat Pagi, Yudi Latif)

 

Sumber : Yudi Latif

Follow WhatsApp Channel politicnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Siapkan Hadiah Umrah bagi Nelayan Pengumpul Sampah Terbanyak di Pantai Padang
Patriot Rieldo Perdana, Rajo Nan Sati

Opini

Prabowo – Gibran Simbol Kolaborasi Ninik Mamak dan Rang Mudo

Komunitas

Merawat Ekosistem Dimulai Dari Tindakan Sederhana

Opini

Timboel Siregar “Tindaklanjut Hasil KTT ASEAN”

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Ajak Pimpinan Muhammadiyah Sumbar Bersinergi Membangun Daerah

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Bawa Harapan Masa Depan Bagi Masyarakat Langgai

Eksekutif

Lomba Pacuan Kuda Memperebutkan Piala Gubernur Sumbar, Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang

Komunitas

Lapak Pedagang Pasar di Terminal Gamalama Ternate Sepi Pengunjung, Terhalang Puluhan Tenda Dadakan Pedagang Musiman