Home / Eksekutif / Opini / Rilis / Tokoh

Minggu, 16 Juli 2023 - 05:36 WIB

Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor, Gubernur Sumbar Ungkap Rencana Relokasi Serta Pembangunan Embung

Wawan - Penulis

PADANG, Politicnews.id – Mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Sumbar Mahyeldi kembali meninjau lokasi bencana banjir yang melanda Kota Padang, tepatnya di Kelurahan Mato Aia Kecamatan Padang Selatan dan di Maransi Kelurahan Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (15/07/2023).

Peninjauan tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi terjadinya bencana longsor yang lebih besar. Termasuk diantaranya merencanakan dan melakukan langkah-langkah strategis penanganan jangka panjang dari hulu.

“Kami sudah berbincang dengan Walikota Padang dan juga BNPB. Berkemungkinan ada nanti yang harus direlokasi mengingat topografi di titik longsor, khususnya di Mato Aia yang berpotensi membahayakan warga,” ungkap Mahyeldi.

Sedangkan untuk mengantisipasi banjir, terutama di Kota Padang, Mahyeldi menyebut rencana pembangunan embung untuk pengendalian banjir di beberapa di beberapa titik rawan telah disiapkan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Laporkan Rencana Flyover Sitinjau Lauik, Presiden Jokowi Rencanakan Kembali ke Sumbar Desember Mendatang

“Curah sangat tinggi, bersamaan dengan air pasang sehingga terjadi genangan air yang cukup lama. Karena itu kita rencanakan membangun embung dan pompa di titik rawan agar genangan dapat surut lebih cepat,” sambung Gubernur.

Berkaitan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak, Mahyeldi mengatakan pemerintah telah menyediakan dapur umum dan bantuan lainnya agar warga dapat segera kembali berakivitas dengan normal.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian menyampaikan mekanisme penanganan darurat untuk penyematan dan evakuasi sudah dilakukan dengan baik. Ia menegaskan setelah fase penanganan darurat, harus segera dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi melalui perencanaan strategis kedapan untuk mengantisipasi potensi bencana serupa.

“Alhamdulillah penangangan darurat sudah dilakukan dengan baik. Selanjutnya harus ada perencanaan ke depan, misalnya konsep relokasi dari lokasi potensi longsor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Ikuti Salat Idul Adha 1444 H di Halaman Kantor Gubernur

Selain peninjauan dan pemetaan potensi bencana, BNPB juga memberikan bantuan berupa dana dan tenaga operasional untuk kabupaten kota terdampak yang sudah menerapkan status tanggap darurat bencana.

“Diperkuat juga dengan peralatan dan perlengkapan antisipasi bencana, serta bantuan logistik lainnya, seperti selimut dan bahan makanan,” ujar Rustian.

Sebelumnya menurut laporan terakhir, usai dilanda bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air pasang, terjadi longsor di kurang lebih 60 titik yang tersebar di tujuh kota dan kabupaten. Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam diantaranya menjadi wilayah yang paling terdampak.

Sementara korban jiwa tercatat berjumlah empat orang dan satu orang masih dalam pencarian.( ( *** / H )

Berita ini 49 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rilis

Diduga Lecehkan Sesama Profesi, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Media Harian Banyuasin

Eksekutif

JEPR Jatim Desak KASN Batalkan Calon Sekda Jember

Eksekutif

Berikan Reward Pegawai Purna Tugas, Perumda Air Minum Kota Padang Berangkatkan Umroh

Eksekutif

Dubes Fadjroel Kembali Raih Juara 2 Social Media Awards 2023 Kemenlu RI

Rilis

Ratusan Organ Relawan Jokowi Nyatakan Dukung Capres Prabowo Subianto

Eksekutif

Direksi Perumda Air Minum Kota Padang bersama Bank Nagari Serahkan Langsung Hadiah Utama Umrah Gebyar Pelanggan 2023

Rilis

Kunjungi Kapolda Jateng , Danjen Kopassus : Tetap Jaga Sinergitas TNI-Polri

Rilis

Wakil Ketua Fraksi PKB Kabupaten Jombang Temui Aksi Buruh di Kantor DPRD JOMBANG
Hubungi Redaksi Disini