Home / Eksekutif / Legislator / Opini

Kamis, 27 Juli 2023 - 10:55 WIB

2024 Pemprov Sumbar Targetkan Tidak ada Nagari Tertinggal dan Jadikan Nagari Madani

Wawan - Penulis

PADANG, Politicnews.id – Sumatra Barat menargetkan pada tahun 2024 tidak ada lagi nagari yang tertinggal. Sesuai data nagari tertinggal pada tahun 2023 adalah 0,25 persen atau sekitar 25 nagari tertinggal, dari 1035 nagari.

Kriteria nagari tertinggal mulai dari faktor ekonomi , pendidikan , kesehatan dll, untuk itu perlu intervensi dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, sehingga nagari nagari tertinggal bisa teratasi sesuai target yg diinginkan.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy mengatakan, desa tetinggal masih memiliki beberapa indikator, seperti ekonomi, sosial kemasyarakatan, jumlah penduduk dan pendidikan.

 

“Pemprov Sumbar akan melihat apa indikator yang perlu untuk diintervensi,” kata Audy Setelah pembukaan rakor data indeks desa membangun (IDM) Kamis (27/7/2023).

Baca Juga :  PKS Sumbar Hadir dalam Teleconference, Laporkan Buka 9 Posko Mudik di Sumatra Barat

Audy  menyebut, jika desa tertinggal perlu di intervensi di bidang pendidikan, akan dibangun sekolah sekolah baru atau ruang kelas. Kemudian, jika ekonomi seperti di pertanian atau pembukaan jalan, akan dilakukan intervensi di program pertanian dan pembukaan jalan baru.

 

“Intervensi tersebut sesuai dengan permintaan dari nagari atau desa,” katanya.

Rakor IDM DPMD Sumbar

Rakor indeks desa membangun atau IDM DPMD Sumbar

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov Sumbar Amasrul, setelah melihat verifikasi dari dana desa membangun, pemerintah provinsi melihat ada beberapa desa yang masih tertinggal dan perlu di intervensi secara bersama.

“Sehingga ada kewemenangan dari kabupaten kota, provinsi dan nasional untuk membantu mengangkat desa tersebut dari tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet: 24 Dubes Negara OKI dukung Pembentukan Forum Majelis Permusyawaratan Rakyat Dunia di Bandung

Kata Amasrul, diperlukan rapat koordinasi dengan seluruh kota dan kabupaten sesuai kewenangan masing-masing.

Amasrul menjelaskam, dari data terakhir ada sebanyak 25 desa tertinggal dan 3 desa sidah keluar dari status ketertinggalan. Sesuai target dari Gubernur Sumbar, pada tahun 2024 tidak ada lagi desa tertinggal di Sumbar, yang ada berkembang, maju dan mandiri.

“Sesuai dengan usulan dari kabupaten/kota, dan perkembangan kependudukan serta batas wilayah dan luas wilayah, Pemerintah Provinsi Sumbar dapat mengusutkan ke kemendagri untuk memekarkan nagari-nagari baru,” sebutnya.

Amasrul menjelaskan, Sumatra Barat dari tahun lalu ada 928 nagari, kemudian bertambah sebanyak 107, sehingga 2023 ini berjumlah 1035 desa/nagari. ( H )

Berita ini 60 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Eksekutif

Gubernur Mahyeldi Bersama Puluhan Ribuan Warga Sumbar Gelar Longmarch untuk Mempertegas Dukungan pada Palestina

Legislator

Sepak Terjang Kader Muda PKS Rahmat Saleh Potong Jarak Tempuh di Dua Daerah

Eksekutif

Subuh Bersama Warga Tigo Nagari, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Pemuda Beriman sebagai Calon Pemimpin Bangsa

Legislator

Muhamad Ridwan Reses di Pariaman: Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Eksekutif

SDIT Ar Royyan Tampil Memukau di PRINT 5 Malaysia

Komunitas

Rapimnas Golkar Putuskan Usung Prabowo-Gibran Capres-Cawapres 2024, Ketua MPR RI dan Waketum Partai Golkar Bamsoet Harap Utamakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Legislator

Terima Rektor UPN Veteran, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Berdasarkan Pancasila

Eksekutif

Peringati Hari Musik Nasional, Ketua MPR RI Bamsoet Buka Festival Musik Tradisi dan Orkestra Musik Nusantara